Nilai akan menjadi sesuatu yang terindividuasi dalam diri sesorang dan tanpa terlepas dari lingkungannya, sebagaimana nilai ini digunakan sebagai sesuatu yang melatar belakangi sebuah pemikiran dan sikap. Nilai kemerdekaan seperti yang di ujarkan Affandy tentang bagaimana ia tidak peduli akan apakah laku atau tidak lukisannya, dan Jean Marais yang tidak ingin melacur dengan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Hal ini benar-benar dapat dilihat bahwa secara abstrak Nilai adalah sebuah idealisme itu sendiri.
Kamis, 10 November 2011
Propa Kata : Idealisme
Nilai akan menjadi sesuatu yang terindividuasi dalam diri sesorang dan tanpa terlepas dari lingkungannya, sebagaimana nilai ini digunakan sebagai sesuatu yang melatar belakangi sebuah pemikiran dan sikap. Nilai kemerdekaan seperti yang di ujarkan Affandy tentang bagaimana ia tidak peduli akan apakah laku atau tidak lukisannya, dan Jean Marais yang tidak ingin melacur dengan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Hal ini benar-benar dapat dilihat bahwa secara abstrak Nilai adalah sebuah idealisme itu sendiri.
Minggu, 10 April 2011
Selasa, 05 April 2011
Nuklir Sudah Lama Ada Di Indonesia
Pencarian tehadap kabar PLTN ini telah membawaku menuju tempat-tempat baru dan pernyataan yang mengejutkan,tenyata ada dua temuan yang membuat terkejut dan dua-duanya berita yang mengejutkan, yang pertama adalah Artikel yang di muat oleh Japan Times Online tentang pernyataan Hisako Sakiyama seorang peneliti the National Institute of Radiological Sciences (Institut Nasional Ilmu Radiologi ) dalam konferensi pers menyatakan meskipun mungkin untuk membuat reaktor nuklir benar-benar aman, masalahnya adalah masalah penyimpanan bahan bakar nuklir radioaktif yang akan digunakan masih belum terpecahkan."We have to keep the spent fuel safe for more than 100,000 years. Humankind doesn't have the technology to do that," Sakiyama said. "Even if so-called safe reactors can be made, I believe now that this is the time to stop nuclear power generation."
Dan temuan yang kedua membuat sadar bahwa mungkin saya memang kurang update dengan berita nasional, ini terbukti karena baru tahu bahwa ternyata telah ada reaktor nuklir di Indonesia dan ini adalah reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggara, yaitu Reaktor Nuklir Serba Guna - G.A. Siwabessy yang dibangun di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong. dibangun sejak tahun 1983, diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 20 Agustus 1987. Akhirnya pada bulan Maret 1992 operasi reaktor daya penuh 30 Mw. Download Theme Song : Proyek 13 Iwan Fals
Senin, 21 Maret 2011
Erotis dan Tragis
Catatan
ketik dangdut di search box youtube.com anda dapat melihat penampakan yang meresahkan yang dilihat penulis
Minggu, 17 Oktober 2010
Cita-Cita Jadi Preman
Tapi pernyataan lugu ini membawa sebuah jalan pada pencarian,apa yang sebenarnya dimaksud Preman Berawal dari pengalaman menarik, ngobrol dengan sobat lama yang sekarang ada di Ibukota, obrolan ini melalui fasilitas chating di salah satu Jejaring Sosial, bicara panjang lebar tentang politik dan pemekaran wilayah yang intinya adalah pemekaran kekuasaan sampai pada kisah-kisah Preman dan polisi. “Preman dan Polisi menurut ku perbedaan hanya pada seragam“, begitu kawanku menuliskannya pada layar chatting,tentu saja ini pernyataan yang lugu menurutku dan semua pasti tahu. Polisi dan Preman berbeda seragam. Tapi pernyataan lugu ini membawa sebuah jalan pada pencarian,apa yang sebenarnya dimaksud Preman
Ternyata preman,yang pada saat ini dipahami sebagai sosok rusuh ,tukang buat onar,menggunakan kekerasan dan intimidasi,kasar,tukang rampas,dan sering terlibat tindakan kriminal ini berasal dari kata Vrije man dalam bahasa Belanda atau dalam bahasa Inggrisnya Free man yang berarti ‘orang bebas,merdeka,atau mandiri.
Meminjam istilah newspeak dalam novel 1984 karya Orwellls yang berarti manipulasi penggunaan kata dan bahasa untuk kepentingan Negara,kata Preman bisa di kategorikan dalam newspeak, dimana termasuk kata lama yang dimakanai baru,atau bagaiamana sebuah kata yang yang secara semantick (makna kata) berubah untuk kepentingan tertentu, Chomsky juga membenarkan kebiasaan komunikasi Politis sering kali melakukan retorika dan misleading kata untuk tujuan tertentu. Dalam suatu makalah seminar Djojok Soepardjo mengutarakan “Apabila bahasa yang digunakan mampu mengubah suatu kondisi/situasi ke kondisi/situasi yang lain itu adalah misteri kekuatan bahasa. Perwujudan ini dapat dilihat dari kemampuan berkomunikasi secara objektif ketika seseorang lepas dari konteks budaya masyarakatnya..” Kekuatan kekuasaan telah meliputui hingga kekuasaan dalam mengatur bahasa, hal ini yang menurut Guru Besar Linguistik IKIP Medan, Prof. Dr. Daulat Tampubolon menamakan ini represi linguistik.
Pada masa VOC di Nusantara Preman adalah istilah yang di gunakan dalam kegiatan sehari-hari pada masa itu. untuk membedakan antara pegawai yang bekerja untuk belanda atau yang disebut amtenar (ambtenarr)dengan orang luar (outsiders) pemerintahan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadaminta Cetakan V tahun 1976, lema preman berarti ‘partikelir, bukan tentara; kepunyaan sendiri; bukan militer’.jadi istilah menuju pada suatu istilah yang artinya orang luar (outsiders) pemerintahan dan militer. Kata-preman tiba-tiba muncul atau di munculkan sebagi suatu makna negative Kongres Bahasa Indonesia V pada tanggal 28 Oktober 1988 di Jakarta, terbitlah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI 1988 tersua penambahan arti kata preman: ’sebutan kepada orang jahat (todong, rampok, copet, dsb):
Secara semiotika kata Preman pada saat ini akhirnya menjadi tanda yang bersifat,ikon,indeks bahkan symbol terhadap kekerasan,kriminalitas,yang dilakukan oleh orang di luar pemerintahan sebagai dampak hasil pengajaran (pendagodis) yang di redudansikan oleh pemerintah kepada rakyatnya. Kekuasaan Negara telah memeperlihatkan bagaimana sebuah kata dapat di putar begitu saja sesuai kepentingan. Negara ternyata punya kekuatan untuk mengubah budaya masayarakat,sebagai suatu elemen budaya bahasa berarti mempengaruhi elemen budaya yang lain yaitu, politik,ekonomi,seni,dan filsafat. Apabila kita mencoba jeli pasti banya newspeak baru yang muncul atau di munculkan untuk kepentingan tertentu, yang nantinya di legitimasi pada kamus besar Negara terbaru , seperti kata Anarki,Ganyang, Anti ,boycott,oknum dan lain-lain
Melihat perubahan makna Preman ini,ini juga memperlihatkan bahwa kebebasaan yang berkurang, keinginan mandiri yang lemah,kemandirian yang tidak di maknai sebagai akar dari kemerdekaan. Semua orang berlomba menjadi ambtenarr atau pegawai pemerintah,bahkan rela menyuap untuk menjadi menjadi pegawai. Keinginan menjadi orang merdeka,bebas atau jaman dulu disebut Preman ini sudah hilang, bersamaan dengan lenyapnnya kata kemerdekaan sebagai equal meaningnya. Sekarang jarang sekali kita melihat orang yang bercita-cita dan mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi Preman ,Vrij mann,Free man .
17/10/2010
merdekasaja@yahoo.com
Sabtu, 16 Oktober 2010
Punk dan Keresahan Masyarakat
Dandanan norak dan pola hidup yang kurang biasa para Punker,kadang tidak dapat di toleransi masyarakat ,menggelandang itu istilah yang digunakan masyarakat untuk perilaku punker yang selalu melakukan aktifitas di jalanan, baik cari makan,sampai tidur dilakukan dijalanan. Apakah punk identik dengan gelandangan atau anak jalanan dan apakah Punk adalah sikap dan budaya yang meresahkan mungkin disini kita mulai melihat dengan persepsi yang lebih kaya.
Punk adalah suatu subculture yang esoteris dan dapat dikatakan radikal dan fundamental ,mengapa radikal dan fundamental karena secara filosofis Punk berbicara tentang kebebasan dan pembebasan atas keterkekangan dan keterasingan baik secara budaya maupun politik.
Punk mengembalikan manusia sebagai manusia yang bebas. Nilai dan norma adalah bentukan yang harusnya merupakan suatu pemaknaan bukan sebuah penjara budaya, dimana manusia yang di dalamnya terasing terhadap norma dan nilai yang mereka sendiri tegakkan.Punk coba membangun nilai dan normanya sendiri agar tidak terasing dan terjebak. Punk awalnya adalah sebuah kesadaran atas apa yang terjadi dimana penindasan dan diskriminasi merajalela, rasialisme, fasisme dan perang yang menghantui bangsa manusia. Budaya dan politik yang tidak sehat telah membentuk Punk menjadi sedemikian rupa. Kalau para Punker dianggap meresahkan mungkin sejak awal memang "meresahkan".
Perilaku Punker di Indonesia yang meresahkan masyarakat?. Pelbagai aktifitas punk di Indonesia baik yang tampak maupun yang samar sampai gak kelihatan pun beraneka ragam. Aneka ragam bentuk aktifitas Punk seperti bekerja atau berkarya atau segala macamnya pasti berbau dan berasa sebuah pembebasan, pembuatan gig musik secara mandiri, bekerja secara kolektif, berkarya dan melakukan kegiatan yang berhubungan aktifitas ekonomi,atau apapun ketika ada label punk disana pasti ada berbau sebuah pembebasan,namun kalau kita lihat punker pada saat ini yang cukup popular di media dan di seputar obrolan masyarakat adalah tindakan-tindakan negative dan sarat akan stereotype negatif.
Jalanan yang kasat mata kita lihat adalah sebuah tempat yang penuh aktifitas manusia, karena jalanan adalah tempat berkumpul dan berinteraksinya masyarakat, punker kadang mememilih beraktiitas dijalanan dan berinteraksi dengan masyarakat, konflik yang membuat akhirnya punk dianggap meresahkan adalah sebuah konflik perlu di pahami dan diselami, ketika punk dengan aktifitas yang di bilang meresahkan itu bersifat criminal atau merugikan orang lain maka apakah hal tersebut dapat di katakana sebuah aktifitas pembebasan. Menurut penulis masyarakat pasti bisa menilai tanpa melihat atribut saja.
Punk akan tetap eksis apabila dapat melakuakn aktifitas yang mewarnai dengan filosofi itu sendiri. Jalanan akan menjadi sebuah tempat aman dan nyaman apabila punk dapat berinteraksi dengan baik dan tidak meresahkan, masyarakat butuh melihat punk dalam wujud sebenarnya , bukan sebuah keresahan .....
Ketika sibuk akan sebuah pengakuan (eksistensi) punk lupa bahwa pengakuan itu muncul dari siapa, masyrakat diluar tetaplah mayoritas yang mendominasi sebuah persepsi dan datangnnya pengakuan atas minoritas, namun punk sebagai minoritas, masalah dominasi ini adalah secara kultural dan normatif atau disebut juga adat mayoritas.
Punk hidup sebenarnya sangat esoteris (dari berbagai budaya) dengan mengambil yang ideal dan positif walaupun setiap hal tidak luput dari ambivalensi (baik dan buruk) namun hal ini menjadi tantangan atas pengakuan. Punk awalnya ingin eksis dengan sebuah pemikiran pembebasan yang mencerahkan dengan berbagai pemahamn atas penolakan perbudakan dan penindasan, pola hidup konsumtif dan menolak kekerasan dan perang, hal ini tergambar dari bentuk punk yang penuh simbol, dari sini dapat di lihat punk adalah sebuah simbol,namun simbol ini tak bertuan siapa saja baik yang paham maupun tidak paham dapat mempunyai simbol ini....semoga punk dapat lebih dilihat dengan benar.
merdekasaja@yahoo.com
Jumat, 15 Oktober 2010
Membaca Blog yang Membosankan.
Awalnya mencoba browsing untuk mencari sebuah nama dan profil tokoh, tapi search engine membawa pada sebuah blog,membaca sedikit demi sedikit,padahal membaca pada monitor komputer adalah sesuatu yang tidak nyaman apalagi tulisannya panjang, tapi karena sangat membutuhkan akhirnya dalam hati berkata “biarlah ini semua terjadi.,yang terjadi terjadilah”,metodenya adalah membaca dengan cepat dan hanya mencari nama tokoh yang di butuhkan, tapi alhasil nama ini hanya disebut sekedar saja "Ah...menyesal juga membaca sepanjang 12 paragraf tapi tidak menemukan apa-apa", tulisan blog yang isinya hanya curahan pemikiran tanpa referensi,dan syarat emosi,empris sekali,dan kadang analoginya tidak sesuai,tapi juga lucu tapi juga tidak menyediakan informasi yang berguna.
Bicara tentang blog sepertinya tidak terlalu luar biasa lagi, karana blog sudah menjadi suatu yang biasa saja, walupun blog adalah suatu media yang sempat menghebohkan dari menghebohkan tetangga hingga menghebohkan Negara, namun blog kini seperti lagu pop yang sudah hilang popularitasnya, walaupan blog masih mempunyai penggemar fanatik,baik pembaca setia,maupun penulis setia, namun rata-rata mereka adalah dua-duanya.
Blog sudah menjadi sarana untuk memunculkan tulisan dengan latar apapun tulisan itu dan semua bisa dan merdeka mempunyai dan menulis di blog, dari anggota gerakan Pramuka sampai gerakan Separatis hadir dalam dunia blog. Blog menjadi media aktualisasi,ekspresi dan apresiasi yang kadang inspiratif,menghibur,atapun kritis bahkan provokatif. Dari menjadi bahan cerita-cerita di depan rumah dengan tetangga,hingga jadi film tekenal dan mahal.
Rasanaya benci membaca tulisan yang panjang di layar monitor,karena mata mudah lelah walaupun kalau berlama-lama melihat film atau surving di internet tidak bosan dan lelah. tapi dengan membaca tulisan mata pasti akan tersiksa, walaupun monitor kamputer yang sering di pakai saat ini adalah monitar LCD yang menggunakan teknologi canggih,”Teknologi yang bekerja dengan kristal cair dan cahaya backlight tanpa melibatkan tembakan elektron, sehingga lebih ramah di mata” itu setidaknnya yang dikatakan iklan ,tapi tetap saja membaca di monitor menyiksa mata.
Penulis blog atau yang biasa disebut blogger seperti di sebut tadi multi background atau beragam latar belakang, dari anak usia belum belasan sampai kakek nenek yang sudah siap menulis surat wasiat,hadir dalam kegiatan tulis menulis ini.
Ternyata pencerahan terjadi setelah melakukan perenungan atas perilaku blog yang menyiksa ini, akhirnya muncul pemikiran yang menari-nari,dan mulai memacu fungsi otak dan neurotransmitter me-recall istilah dan pepatah lama yang berbunyi “ ambil baiknya,buang buruknya”. Maka terjadilah tulisan diblog ini. Pemaknaannya adalah kalau tidak suka membaca blog,ya tidak usah membaca, tapi kalau suka menulis, ya tulis saja (ambil baiknya,buang buruknya). Tapi apakah para bloger yang lain akan marah dan meng-embargo segala tulisan yang saya buat, setelah tahu alasan membuat blog. Tapi saya tidak perlu khawatir, karena orang yang suka membaca berarti berilmu,dan orang yang berilmu selalu berusaha belajar bijaksana dan orang bijaksana pasti bisa memberi makna atas apapun yang ada.