Kamis, 10 November 2011

Propa Kata : Idealisme

"Idealisme" apakah kata ini berarti kaku,membatu, penuh dengan egosentris dan teralalu statis?


Idealisme sendiri berasal dari kata idea yang seiring berjalannya waktu berawal dari pemikiran plato tentang dunia idea (jiwa), sampai pada idealisme yang berarti sebuah konsep gagasan bentuk ideal atau sesuatu yang berarti sempurna

Beberapa waktu lalu sekelompok pekerja seni membuat sebuah launching buku tentang aktifitasnya. Buku tentang pendokumentasian karya ini mendapatkan dukungan dari salah satu foundation terkenal. Mereka menerima dengan penuh dilema karena beberapa alasan, tapi akhirnya mereka menerima. Ketika ada pertanyaan mengapa mereka menerima bantuan itu, salah satu dari mereka menjawab karena foundation itu tidak mendikte apa yang akan mereka kerjakan dan itu cukup..

Aktifitas seni biasanya sangat rentan enggan mendapatkan intervensi. Seorang seniman punya takaran ideal sendiri-sendiri tetang idealnya sebuah bentuk, proses dan tujuan berkarya dan sering kali disebut idealisme.

Affandi dalam sebuah wawancara pada tahun 1962 mengatakan "saya melukis bukan untuk menjadi kaya, bukan karena saya ingin menjadi terkenal, tapi karena harus. Ini, saya tidak tahu namanya dalam bahasa Inggris, disini disebut ‘Panggilan Jiwa’. Apakah saya dikenal atau tidak, apakah lukisan saya terjual atau tidak, sebenarnya tidak penting. Hanya terus melukis, itu yang harus saya lakukan".

Idealisme Affandi tentang hidupnya merupakan sebuah gagasan dimana keinginan, cita-cita dan harapan tentang bagaimana berkarya.

Mengutip novel Pramudya Ananta Toer tokoh bernama Jean Marais mengatakan "Mendapat upah karena menyenangkan orang lain yang tidak punya persangkutan dengan kata hati sendiri,  kan itu dalam seni namanya pelacuran,?"

Beberapa pemikiran, sikap dan perilaku Affandy dan Pram (Pramudya Ananta Toer) dalam berkarya menjadi suatu yang subjektif dan esklusif sekali, dimana seniman memandang setiap hal itu menuju sebuah tatanan dan nilai yang ia pahami dan perjuangkan.

Idealisme seringkali dimaknai sebagi sesuatu yang kaku, membatu, penuh dengan egosentris dan teralalu statis.

Ungkapan ini mungkin sudut pandang dengan melihat bahwa dunia ideal di wilayah pemikiran esklusif ini harus berbenturan dengan realitas, dimana karya menjadi sebuah objek yang seringkali mendapat sebuah apresiasi dan ini adalah wilayah inklusifitas berekseniannya.

Alex Winter mengatakan bahwa Idealisme untuk mandiri bersikap dan berperilaku sesuai dengan pemikiran tak akan terlepas dari lingkungan atau realitas. "Emansipasi merupakan seni untuk berdiri di atas kaki sendiri namun dipeluk tangan orang lain."

Kata idealisme ini ketika dilihat merupakan sebuah yang text menjelaskan sebuah konteks atau sebaliknya. Ini layaknya ada dimana kanvas dan lembaran kertas yang telah berbingkai dan bergaris dan kita sepertinya diharuskan melukis atau menulis sesuai dengan media yang ada.

Idealisme sebelum terimplemnetasi akan menjadi suatu yang abstrak dan ketika muncul dan menjadi akan terlihat dan teraba menjadi bentuk konkrit.

Ruang Idealisme adalah bagian dari persep, resep, dan konsep atau sebuah refleksi sensoris indra yang tersintesakan (persep) yang akhirnya menjadi sebuah bentuk (resep) dan kemudian terkonstruksi dalam wujud abstrak (konsep). Idealisme menjadi sebuah konsep berfikir.

Kehidupan dalam realitas baik sosial, kultural dan politik adalah gambaran bagaimana esklusifitas pemikiran menjadi sebuah bentuk yang visioner dan misioner. Idealisme menjadi suatu pijakan di mana realitas bakal membaca dan melihat pemikiran dalam sebuah entitas yang terasa substansialitasnya karena menimbulkan sentuhan langsung dengan lingkungan.

Dalam proses konsep idealisme komunal (masyarakat) ada sebuah konsep yang lahir akibat interaksi yang terus-menerus dan intens dan menjadi sebuah bentuk pola tatanan, baik sosial, ekonami, kultural dan politik. Tatanan ini terkontruksi dari bentuk pemikiran-pemikiran dan akhirnya menjadikan bentuk-bentuk abtsrak dan konkrit, yang disebut nilai dan aturan.

Idealisme menjadi bernilai ketika ruang pemikiran, sikap dan perilaku ditumbuhi oleh nilai-nilai ini, baik hasil turunan, pembelajaran maupun insureksi pemikiran. Relatifitas sebuah nilai tumbuh bersama sebuah pemahaman akan bentuk konkrit implementasinya,

Franz de waal dalam Good Natured mengatakan " Perbedaan antara benar dan salah dibuat oleh sekelompok orang berdasarkan kehendak mereka bagaimana masyarakat mereka berfungsi. Perbedaan itu timbul dari tawar menawar orang perorang dalam lingkungan tertentu, dan menumbuhkan rasa wajib dan bersalah dari penjiwaan proses berbagai hal tersebut"

Nilai menjadi sebuah bentuk yang lebih univesal dari pada aturan, karena nilai sendiri adalah suatu esensi diperoleh dari berbagai aturan-aturan. Perkembangan nilai menjadi lintas kultural dan lintas sektoral disebabkan karena ada persamaan esensi dengan aturan-atruan yang berada di tempat lain dan dengan bentuk berbeda, semisal kesopanan, secara esensial adalah sebuah bentuk usaha saling menghormati dengan bentuk konkrit yang berbeda-beda antar budaya. Menghormati orang lain menjadi nilai, dan nilai ini yang biasanya menjadi sebuah bentuk idealisme pemikiran dan sikap yang coba dilestarikan turun-temurun, seperti juga kemanusian, kesetaraan, kemerdekaan, solidaritas dan juga nilai benar dan salah .

Idealisme masih menjadi sesuatu yang abstrak, dan walaupun wujud konkritnya akan melewati proses disonansi kognitf dan ini berarti butuh perjuangan dalam menggapai bentuk konkritnya, sesuai implementasi dari bentuk abstraknya.

Nilai akan menjadi sesuatu yang terindividuasi dalam diri sesorang dan tanpa terlepas dari lingkungannya, sebagaimana nilai ini digunakan sebagai sesuatu yang melatar belakangi sebuah pemikiran dan sikap. Nilai kemerdekaan seperti yang di ujarkan Affandy tentang bagaimana ia tidak peduli akan apakah laku atau tidak lukisannya, dan Jean Marais yang tidak ingin melacur dengan tidak sesuai dengan hati nuraninya. Hal ini benar-benar dapat dilihat bahwa secara abstrak Nilai adalah sebuah idealisme itu sendiri.

-propananda-


Minggu, 10 April 2011

saat pelacur memecat tubuhnya
saat itu juga hilang noda
walaupun mata tak berhenti berkata
lidah kadang menebas bebas

Selasa, 05 April 2011

Nuklir Sudah Lama Ada Di Indonesia

..................................................18 hari sebelum hari bumi

        Ketika jari-jari mulai bermain karena perintah otak dan dan dorongan hati saat itulah proses penulisan ini dimulai,

        Sebagai seoarang yang pernah dididik dan mendidik diri sebagai Pencinta Alam,saat itu pula mulai belajar mencintai alam, dan dalam prosesnya dididik untuk kritis  atau mempertanyakan segala sesuatu baik perilaku manusia, maupun kebijakan Pemerintah yang beresiko terhadap lingkungan. pembelajaaran ini yang akhirnya menghadirkan tulisan ini..


        Di tengah sepinya isu pro kontra tentang adanya Pembangkit Lisrik Tenaga Nuklir Semenanjung Muria di Kabupaten Jepara,sulit di dapatnya lagu Iwan fals  yang kontra nuklir  berjudul proyek 13 ,dan  di tengah meriahnya berita tentang PSSI dan Nurdin Halid.


     Pencarian tehadap kabar PLTN  ini telah membawaku menuju tempat-tempat baru dan pernyataan yang mengejutkan,tenyata ada dua temuan yang membuat terkejut dan dua-duanya berita yang mengejutkan, yang pertama adalah Artikel yang di muat oleh Japan Times Online tentang pernyataan Hisako Sakiyama seorang peneliti the National Institute of Radiological Sciences (Institut Nasional Ilmu Radiologi ) dalam konferensi pers menyatakan meskipun mungkin untuk membuat reaktor nuklir benar-benar aman, masalahnya adalah masalah penyimpanan bahan bakar nuklir radioaktif yang akan digunakan masih belum terpecahkan."We have to keep the spent fuel safe for more than 100,000 years. Humankind doesn't have the technology to do that," Sakiyama said. "Even if so-called safe reactors can be made, I believe now that this is the time to stop nuclear power generation."
( "Kita harus menjaga bahan bakar yang aman bagi lebih dari 100.000 tahun. Manusia tidak memiliki teknologi untuk melakukannya, "kata Sakiyama. "Bahkan jika nanti reaktor yang dikatakan aman bisa dibuat, saya percaya bahwa pada saat ini adalah waktu yang tepat untuk menghentikan pembangkit listrik tenaga nuklir." )

       Dan temuan yang kedua membuat sadar bahwa mungkin saya memang kurang update dengan berita nasional, ini terbukti karena  baru tahu bahwa ternyata telah ada reaktor nuklir di Indonesia dan ini adalah reaktor nuklir terbesar di Asia Tenggara, yaitu Reaktor Nuklir Serba Guna - G.A. Siwabessy yang dibangun di kawasan Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUSPIPTEK) Serpong. dibangun sejak tahun 1983, diresmikan oleh Presiden RI Soeharto pada tanggal 20 Agustus 1987. Akhirnya pada bulan Maret 1992  operasi reaktor  daya penuh 30 Mw.

      Sepertinya menjerumuskan diri dalam pencarian informasi membuatku terkaget - kaget, dan semoga semua ini dapat membuat lebih peka....

Download Theme Song : Proyek 13 Iwan Fals 


Senin, 21 Maret 2011

Erotis dan Tragis

Sudah beberapa lama hamparan ini tak terjamah,blog ini terabaikan ,tersisihkan oleh blog yang lebih pribadi (Huruf A), kini saatnya memulai lagi.

Berawal pada suatu malam saat penulis dan beberapa kawan sepakat untuk berkumpul di sebuah rumah mungil tempat kediaman salah satu kawan,,,pertemuan yang disengaja ini mengawali sebuah penampakan wajah budaya yang dulunya terabaikan dari pemikiran kami, berawal dari tontonan yang kami pilih,,,kami yang lagi haus hiburan,akhirnya membuka layar komputer dan membawa file yang ada dalam hardisc keruang pandang dan dengar kami bertujuh, menyaksikan hiburan musik dangdut, tepatnya sebuah pertunjukan orkes dangdut...


Pertujukan ini berupa sajian dari sebuah orkes musik dangdut dan penampilan-penampilan dari penyanyinya.

"Apakah kami berhasil terhibur?", dan jawabannya adalah "iya" ,tapi tidak hiburan saja yang kami dapatkan,ada sebuah penampakan yang penulis katakan tadi..

Di panggung pertunjukan musik itu ada Pemain Musik,MC Pertunjukan,beberapa Aparat Keamanan, dan pemeran utama dari pertunjukan ini yaitu Penyanyi tentunnya.

Dalam pertunjukan dangdut ini penyanyi yang berkostum minim ini melakukan gerakan-gerakan tari (joged) yang atraktif dan interaktif didepan penonton, pertunjukkan ini cukup membuat penonton terhibur.gerakan-gerakan di sekitar pinggul sebagai bumbu penyedap dari pertunjukan,yang akhirnya tidak lagi menjadi sesuatu yang sekunder tapi menjadi yang utama, karena bagaimanapun suara sang penyanyi tidak terlalu di perhatikan ,sebaliknya yang menjadi daya tarik penonton adalah beat-beat musik dan goyangan di sekitar pinggul serta desahan desahan.

Joged dangdut dalam kancah pertunjukan itu lebih terlihat sebagai sesuatu yang erotis daripada sesuatu yang estetis.

Erotisme dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI, 1992) didefinisikan sebagai keadaan bangkitnya nafsu birahi. Gerakan -gerakan joged dangdut apabila kita lihat di pertunjukan dan panggung baik yang di kampung-kampung hingga di studio televisi,memang menampakan gerakan yang erotis karena gerakannya menggugah nafsu birahi penontonnya.

Semakin atraktif dan interaktif maka semakin menghibur penonton,atraktif disini berarti melakukan gerakan atau goyangan yang cukup nyata di sebut gerakan yang mengundang birahi. bagaimana tidak!!, penyanyi dengan pakaian minim meliukkan pinggulnya ke depan dan belakang,kadang melakukan gerakan layaknya penari striptease sambil memegang tiang panggung,dan banyak lagi gerakan yang kadang tidak sesuai beat yang tujuannya membuat penonton bereaksi.

Melihat kondisi di bawah panggung laki-laki dewasa,remaja hingga anak-anak berkumpul bersama menikmati tontonan ini.



Catatan
ketik dangdut di search box youtube.com anda dapat melihat penampakan yang meresahkan yang dilihat penulis

Minggu, 17 Oktober 2010

Cita-Cita Jadi Preman

Berawal dari pengalaman menarik, ngobrol dengan sobat lama yang sekarang ada di Ibukota, obrolan ini melalui fasilitas chating di salah satu Jejaring Sosial, bicara panjang lebar tentang politik dan pemekaran wilayah yang intinya adalah pemekaran kekuasaan sampai pada kisah-kisah Preman dan polisi.

“ Preman dan Polisi menurut ku perbedaan hanya pada seragam“,begitu kawanku menuliskannya pada layar chatting,tentu saja ini pernyataan yang lugu menurutku dan semua pasti tahu. kalau Polisi dan Preman berbeda seragam.

Tapi pernyataan lugu ini membawa sebuah jalan pada pencarian,apa yang sebenarnya dimaksud Preman Berawal dari pengalaman menarik, ngobrol dengan sobat lama yang sekarang ada di Ibukota, obrolan ini melalui fasilitas chating di salah satu Jejaring Sosial, bicara panjang lebar tentang politik dan pemekaran wilayah yang intinya adalah pemekaran kekuasaan sampai pada kisah-kisah Preman dan polisi. “Preman dan Polisi menurut ku perbedaan hanya pada seragam“, begitu kawanku menuliskannya pada layar chatting,tentu saja ini pernyataan yang lugu menurutku dan semua pasti tahu. Polisi dan Preman berbeda seragam. Tapi pernyataan lugu ini membawa sebuah jalan pada pencarian,apa yang sebenarnya dimaksud Preman


Ternyata preman,yang pada saat ini dipahami sebagai sosok rusuh ,tukang buat onar,menggunakan kekerasan dan intimidasi,kasar,tukang rampas,dan sering terlibat tindakan kriminal ini berasal dari kata Vrije man dalam bahasa Belanda atau dalam bahasa Inggrisnya Free man yang berarti ‘orang bebas,merdeka,atau mandiri.



Meminjam istilah newspeak dalam novel 1984 karya Orwellls yang berarti manipulasi penggunaan kata dan bahasa untuk kepentingan Negara,kata Preman bisa di kategorikan dalam newspeak, dimana termasuk kata lama yang dimakanai baru,atau bagaiamana sebuah kata yang yang secara semantick (makna kata) berubah untuk kepentingan tertentu, Chomsky juga membenarkan kebiasaan komunikasi Politis sering kali melakukan retorika dan misleading kata untuk tujuan tertentu. Dalam suatu makalah seminar Djojok Soepardjo mengutarakan “Apabila bahasa yang digunakan mampu mengubah suatu kondisi/situasi ke kondisi/situasi yang lain itu adalah misteri kekuatan bahasa. Perwujudan ini dapat dilihat dari kemampuan berkomunikasi secara objektif ketika seseorang lepas dari konteks budaya masyarakatnya..” Kekuatan kekuasaan telah meliputui hingga kekuasaan dalam mengatur bahasa, hal ini yang menurut Guru Besar Linguistik IKIP Medan, Prof. Dr. Daulat Tampubolon menamakan ini represi linguistik.


Pada masa VOC di Nusantara Preman adalah istilah yang di gunakan dalam kegiatan sehari-hari pada masa itu. untuk membedakan antara pegawai yang bekerja untuk belanda atau yang disebut amtenar (ambtenarr)dengan orang luar (outsiders) pemerintahan. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia susunan W.J.S. Poerwadaminta Cetakan V tahun 1976, lema preman berarti ‘partikelir, bukan tentara; kepunyaan sendiri; bukan militer’.jadi istilah menuju pada suatu istilah yang artinya orang luar (outsiders) pemerintahan dan militer. Kata-preman tiba-tiba muncul atau di munculkan sebagi suatu makna negative Kongres Bahasa Indonesia V pada tanggal 28 Oktober 1988 di Jakarta, terbitlah Kamus Besar Bahasa Indonesia. Dalam KBBI 1988 tersua penambahan arti kata preman: ’sebutan kepada orang jahat (todong, rampok, copet, dsb):


Secara semiotika kata Preman pada saat ini akhirnya menjadi tanda yang bersifat,ikon,indeks bahkan symbol terhadap kekerasan,kriminalitas,yang dilakukan oleh orang di luar pemerintahan sebagai dampak hasil pengajaran (pendagodis) yang di redudansikan oleh pemerintah kepada rakyatnya. Kekuasaan Negara telah memeperlihatkan bagaimana sebuah kata dapat di putar begitu saja sesuai kepentingan. Negara ternyata punya kekuatan untuk mengubah budaya masayarakat,sebagai suatu elemen budaya bahasa berarti mempengaruhi elemen budaya yang lain yaitu, politik,ekonomi,seni,dan filsafat. Apabila kita mencoba jeli pasti banya newspeak baru yang muncul atau di munculkan untuk kepentingan tertentu, yang nantinya di legitimasi pada kamus besar Negara terbaru , seperti kata Anarki,Ganyang, Anti ,boycott,oknum dan lain-lain



Melihat perubahan makna Preman ini,ini juga memperlihatkan bahwa kebebasaan yang berkurang, keinginan mandiri yang lemah,kemandirian yang tidak di maknai sebagai akar dari kemerdekaan. Semua orang berlomba menjadi ambtenarr atau pegawai pemerintah,bahkan rela menyuap untuk menjadi menjadi pegawai. Keinginan menjadi orang merdeka,bebas atau jaman dulu disebut Preman ini sudah hilang, bersamaan dengan lenyapnnya kata kemerdekaan sebagai equal meaningnya. Sekarang jarang sekali kita melihat orang yang bercita-cita dan mengarahkan anak-anaknya untuk menjadi Preman ,Vrij mann,Free man .


17/10/2010



merdekasaja@yahoo.com


Sabtu, 16 Oktober 2010

Punk dan Keresahan Masyarakat

Berbagai media mulai menulis dan menayangkan pelbagai masalah dalam masyarakat yang berkaitan dengan keresahan-keresahan yang terjadi akan aktifitas kumpulan manusia yang tampak eksentrik yang mereka menyebut dirinya punk, keresahan–keresahan yang terjadi mungkin juga mengada-ada tapi juga mungkin memang ada, aktifitas para punker ini dinilai kurang biasa dan kurang bisa di terima di masyarakat.

Dandanan norak dan pola hidup yang kurang biasa para Punker,kadang tidak dapat di toleransi masyarakat ,menggelandang itu istilah yang digunakan masyarakat untuk perilaku punker yang selalu melakukan aktifitas di jalanan, baik cari makan,sampai tidur dilakukan dijalanan. Apakah punk identik dengan gelandangan atau anak jalanan dan apakah Punk adalah sikap dan budaya yang meresahkan mungkin disini kita mulai melihat dengan persepsi yang lebih kaya.


Punk adalah suatu subculture yang esoteris dan dapat dikatakan radikal dan fundamental ,mengapa radikal dan fundamental karena secara filosofis Punk berbicara tentang kebebasan dan pembebasan atas keterkekangan dan keterasingan baik secara budaya maupun politik.


Punk mengembalikan manusia sebagai manusia yang bebas. Nilai dan norma adalah bentukan yang harusnya merupakan suatu pemaknaan bukan sebuah penjara budaya, dimana manusia yang di dalamnya terasing terhadap norma dan nilai yang mereka sendiri tegakkan.Punk coba membangun nilai dan normanya sendiri agar tidak terasing dan terjebak. Punk awalnya adalah sebuah kesadaran atas apa yang terjadi dimana penindasan dan diskriminasi merajalela, rasialisme, fasisme dan perang yang menghantui bangsa manusia. Budaya dan politik yang tidak sehat telah membentuk Punk menjadi sedemikian rupa. Kalau para Punker dianggap meresahkan mungkin sejak awal memang "meresahkan".

Perilaku Punker di Indonesia yang meresahkan masyarakat?. Pelbagai aktifitas punk di Indonesia baik yang tampak maupun yang samar sampai gak kelihatan pun beraneka ragam. Aneka ragam bentuk aktifitas Punk seperti bekerja atau berkarya atau segala macamnya pasti berbau dan berasa sebuah pembebasan, pembuatan gig musik secara mandiri, bekerja secara kolektif, berkarya dan melakukan kegiatan yang berhubungan aktifitas ekonomi,atau apapun ketika ada label punk disana pasti ada berbau sebuah pembebasan,namun kalau kita lihat punker pada saat ini yang cukup popular di media dan di seputar obrolan masyarakat adalah tindakan-tindakan negative dan sarat akan stereotype negatif.

Jalanan yang kasat mata kita lihat adalah sebuah tempat yang penuh aktifitas manusia, karena jalanan adalah tempat berkumpul dan berinteraksinya masyarakat, punker kadang mememilih beraktiitas dijalanan dan berinteraksi dengan masyarakat, konflik yang membuat akhirnya punk dianggap meresahkan adalah sebuah konflik perlu di pahami dan diselami, ketika punk dengan aktifitas yang di bilang meresahkan itu bersifat criminal atau merugikan orang lain maka apakah hal tersebut dapat di katakana sebuah aktifitas pembebasan. Menurut penulis masyarakat pasti bisa menilai tanpa melihat atribut saja.

Punk akan tetap eksis apabila dapat melakuakn aktifitas yang mewarnai dengan filosofi itu sendiri. Jalanan akan menjadi sebuah tempat aman dan nyaman apabila punk dapat berinteraksi dengan baik dan tidak meresahkan, masyarakat butuh melihat punk dalam wujud sebenarnya , bukan sebuah keresahan .....

Ketika sibuk akan sebuah pengakuan (eksistensi) punk lupa bahwa pengakuan itu muncul dari siapa, masyrakat diluar tetaplah mayoritas yang mendominasi sebuah persepsi dan datangnnya pengakuan atas minoritas, namun punk sebagai minoritas, masalah dominasi ini adalah secara kultural dan normatif atau disebut juga adat mayoritas.


Punk hidup sebenarnya sangat esoteris (dari berbagai budaya) dengan mengambil yang ideal dan positif walaupun setiap hal tidak luput dari ambivalensi (baik dan buruk) namun hal ini menjadi tantangan atas pengakuan. Punk awalnya ingin eksis dengan sebuah pemikiran pembebasan yang mencerahkan dengan berbagai pemahamn atas penolakan perbudakan dan penindasan, pola hidup konsumtif dan menolak kekerasan dan perang, hal ini tergambar dari bentuk punk yang penuh simbol, dari sini dapat di lihat punk adalah sebuah simbol,namun simbol ini tak bertuan siapa saja baik yang paham maupun tidak paham dapat mempunyai simbol ini....semoga punk dapat lebih dilihat dengan benar.

Tulisan ini di posting awal di facebook pada jumat, 13 August 2010 pukul 2:19 pagi

merdekasaja@yahoo.com

Jumat, 15 Oktober 2010

Membaca Blog yang Membosankan.

Awalnya mencoba browsing untuk mencari sebuah nama dan profil tokoh, tapi search engine membawa pada sebuah blog,membaca sedikit demi sedikit,padahal membaca pada monitor komputer adalah sesuatu yang tidak nyaman apalagi tulisannya panjang, tapi karena sangat membutuhkan akhirnya dalam hati berkata “biarlah ini semua terjadi.,yang terjadi terjadilah”,metodenya adalah membaca dengan cepat dan hanya mencari nama tokoh yang di butuhkan, tapi alhasil nama ini hanya disebut sekedar saja "Ah...menyesal juga membaca sepanjang 12 paragraf tapi tidak menemukan apa-apa", tulisan blog yang isinya hanya curahan pemikiran tanpa referensi,dan syarat emosi,empris sekali,dan kadang analoginya tidak sesuai,tapi juga lucu tapi juga tidak menyediakan informasi yang berguna.

Bicara tentang blog sepertinya tidak terlalu luar biasa lagi, karana blog sudah menjadi suatu yang biasa saja, walupun blog adalah suatu media yang sempat menghebohkan dari menghebohkan tetangga hingga menghebohkan Negara, namun blog kini seperti lagu pop yang sudah hilang popularitasnya, walaupan blog masih mempunyai penggemar fanatik,baik pembaca setia,maupun penulis setia, namun rata-rata mereka adalah dua-duanya.

Blog sudah menjadi sarana untuk memunculkan tulisan dengan latar apapun tulisan itu dan semua bisa dan merdeka mempunyai dan menulis di blog, dari anggota gerakan Pramuka sampai gerakan Separatis hadir dalam dunia blog. Blog menjadi media aktualisasi,ekspresi dan apresiasi yang kadang inspiratif,menghibur,atapun kritis bahkan provokatif. Dari menjadi bahan cerita-cerita di depan rumah dengan tetangga,hingga jadi film tekenal dan mahal.

Rasanaya benci membaca tulisan yang panjang di layar monitor,karena mata mudah lelah walaupun kalau berlama-lama melihat film atau surving di internet tidak bosan dan lelah. tapi dengan membaca tulisan mata pasti akan tersiksa, walaupun monitor kamputer yang sering di pakai saat ini adalah monitar LCD yang menggunakan teknologi canggih,”Teknologi yang bekerja dengan kristal cair dan cahaya backlight tanpa melibatkan tembakan elektron, sehingga lebih ramah di mata” itu setidaknnya yang dikatakan iklan ,tapi tetap saja membaca di monitor menyiksa mata.

Penulis blog atau yang biasa disebut blogger seperti di sebut tadi multi background atau beragam latar belakang, dari anak usia belum belasan sampai kakek nenek yang sudah siap menulis surat wasiat,hadir dalam kegiatan tulis menulis ini.

Ternyata pencerahan terjadi setelah melakukan perenungan atas perilaku blog yang menyiksa ini, akhirnya muncul pemikiran yang menari-nari,dan mulai memacu fungsi otak dan neurotransmitter me-recall istilah dan pepatah lama yang berbunyi “ ambil baiknya,buang buruknya”. Maka terjadilah tulisan diblog ini. Pemaknaannya adalah kalau tidak suka membaca blog,ya tidak usah membaca, tapi kalau suka menulis, ya tulis saja (ambil baiknya,buang buruknya). Tapi apakah para bloger yang lain akan marah dan meng-embargo segala tulisan yang saya buat, setelah tahu alasan membuat blog. Tapi saya tidak perlu khawatir, karena orang yang suka membaca berarti berilmu,dan orang yang berilmu selalu berusaha belajar bijaksana dan orang bijaksana pasti bisa memberi makna atas apapun yang ada.